10 Tradisi Pernikahan Yang Bisa Kamu Tinggalkan

13 days ago
Share:
10 Tradisi Pernikahan Yang Bisa Kamu Tinggalkan

Sekarang ini, cukup banyak pasangan pengantin yang semakin berani mencoba hal baru atau bahkan mencoret aturan atau tradisi yang dianggap sudah ketinggalan zaman. Sah-sah saja, asalkan tradisi tersebut memang tidak terlalu penting dan tidak menganggu sakralnya sebuah acara pernikahan. 


Sejumlah tradisi ini boleh kok dilanggar, terlebih bila tak sesuai dengan kepribadian kamu dan pasangan.



1.Gaun pengantin harus putih

Tampil dengan balutan gaun putih di hari pernikahan memang sudah seperti tradisi wajib. Tapi kalau kamu ingin tampil berbeda atau merasa bahwa putih sama sekali bukan warna kamu, tak ada salahnya kok mencoba warna lain.


Kamu bisa coba mengenakan warna-warna lembut seperti peach, salem, pink lembut atau biru muda yang lembut, nuansa sakral tetap terasa dan kamu pun akan terlihat anggun. 


2. Wajib high heels

Hingga saat ini masih banyak pengantin yang merasa akan terlihat lebih cantik saat mengenakan high heels. Tapi cukup banyak juga pengantin yang mengganti high heels dengan flat shoes atau sneakers, terutama bagi mereka yang menggelar pernikahan secara outdoor. Dua alternatif sepatu tadi bukan hanya membuatmu lebih nyaman, tetapi juga terlihat lebih cantik dan matching.



3. Manglingi

Pengantin harus ‘manglingi’ atau berbeda dengan penampilannya di hari biasa. Itu prinsip yang dianut kebanyakan orang sejak lama. Karenanya kerap kali makeup pengantin terasa agak berat. Untuk kamu yang merasa tak perlu tampil ‘manglingi’ maka sah saja bila kamu menginginkan makeup yang lebih simpel dan cukup membuat kamu terlihat lebih cantik dan flawless dibandingkan hari-hari biasa. 


4. Pengantin wajib langsing

Setiap calon pengantin pastin ingin tampi cantik langsing sempurna. Tapi kalau untuk itu kamu harus diet super ketat, bukannya langsing malah kamu jatuh sakit di hari pernikahan. Bukan hari bahagia lagi deh judulnya. 


Boleh saja ingin tampil dengan tubuh ideal, tapi ingat, kesehatanmu juga harus dijaga. Mempersiapkan pernikahan itu bukan hal mudah. Kamu bisa dilanda stress dan kelelahan di dalam prosesnya. Karenanya, jangan sampai kenginan untuk tampil langsing malah membuat kamu makin stress dan jatuh sakit. 



5. Prewedding mahal

Foto prewedding memang sudah menjadi budaya yang terkesan ‘wajib’ dalam sebuah rangkaian pernikahan. Menggelar sesi foto di luar negeri dengan busana mahal yang tentunya menghabiskan banyak biaya, seperti sudah menjadi keharusan. 

Nah, kalau kamu berpikir,”Gak penting lah, mending uangnya untuk keperluan yang lain.” Boleh kok kamu menggelar sesi prewedding yang lebih sederhana. Yang penting kehangatan cinta antara kamu dan pasangan dapat terekam indah di kamera sang fotografer.


6. Pengiring pengantin harus seragam

Busana bridesmaid yang tak seragam justru sedang jadi tren lho. Kamu cukup memberi tema warna misalnya dan membiarkan para pengiringmu memilih sendiri tipe busana yang sesuai dengan karakter mereka. Kamu juga bisa memberi mereka aksesori yang senada untuk membuat mereka lebih memiliki kesamaan.


7. Pasangan pengantin harus foto dengan semua tamu

Kalau tamu kamu tidak terlalu banyak mungkin masih oke. Tapi kalau tamu yang datang berjumlah ribuan, rasanya kok agak berlebihan ya. Toh foto-foto tersebut tidak akan dipajang kelak. Daripada harus berfoto, tentu akan lebih bermanfaat bila pasangan pengantin menyempatkan diri menyapa para tamu, dan meminta fotografer mengabadikan momen tersebut secara candid. Hasilnya pun akan terkesan lebih hangat dan memorable. 



8. Dekorasi harus penuh bunga

Tidak salah sih, dekorasi memang identik dengan bunga, tapi tidak harus full bunga juga kan. Sekarang ini tema dekorasi ada begitu banyak. Dekorator bukan hanya bisa memanfaatkan bunga, tetapi juga bagian lain dari pepohonan, daun-daun misalnya, atau ranting dan dahan pohon. Bahkan meamnfaatkan instalasi seni seperti lampu, kertas atau logam sebagai bagian dekorasi juga menarik lho. 


9. Melempar buket bunga

Mengumpulkan teman-teman yang masih lajang lalu melempar buket bunga untuk mereka tangkap memang sebuah momen yang menarik. Tapi kalau teman-temanmu tidak tertarik dengan acara ini, tentu tak menyenangkan lagi jadinya. Ada baiknya kamu kembangkan kreativitas, lalu membagi buket bungamu menjadi beberapa bagian dan memberikannya ke orang-orag terdekat seperti ibu, adik, serta para sahabat. 


10. Bulan madu

Pergi berbulanmadu terkesan menjadi sebuah keharusan bagi pasangan pengantin. Maksud sebenarnya dari bulan madu adalah mendekatkan kamu dan pasangan tepat sesudah pernikahan, agar terjalin hubungan yang erat di antara kamu berdua sekaligus menghilangkan stres seusai persiapan pernikahan yang melelahkan. 


Akan tetapi jangan jadikan ini sebagai beban dan malah menambah kamu semakin stres. Bila memang belum siap, santai saja. Tunggu beberapa waktu sampai kamu berdua merasa lebih tenang dan lebih memiliki waktu untuk pergi dan menghabiskan waktu berdua. 



Photo: @terralogical @lxemoments. @kimiandsmithpictures @faralljibril_official

Share: